FLASHNEWS

Manajemen Pengelolaan Sekolah

 



Banyak teori dan konsep tentang Tugas Pokok dan Fungsi Kepemimpinan Sekolah (Kepala Sekolah). Dalam hal ini saya tidak uraikan tentang sumber2 teori tersebut, karena ini hanya terbatas sebagai pengetahuan dasar yang bersifat informatif. 


Resminya tentu Tupoksi Kepala Sekolah yang berdasarkan PP dan Permen. EMASLIM banyak dibahas oleh para pakar manajemen pendidikan, karena dipandang sangat praktis dan mengena.


EMASLIM

1. Edukator

Sebagian orang menjelaskan tentang kepemimpinan sekolah sebagai edukator ini bahwa Kepala Sekolah adalah seorang guru yang  diberi tugas tambahan sebagai Kepala sekolah, salah satu tugasnya adalah mendidik siswa. Tetapi sebenarnya dalam konsep kepemimpinan, yang dimaksud dengan EDUKATOR di sini adalah 'memberikan edukasi kepada orang orang yang dipimpin'

Jadi uraian dari Pemimpin Sekolah sebagai edukator ini bahwa seorang pemimpin memiliki 'strategi yang tepat' dalam meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan di sekolahnya. Fungsi pemimpin sebagai edukator adalah menciptakan iklim sekolah yang kondusif, memberikan pembinaan kepada warga sekolah, memberikan dorongan kepada tenaga kependidikan serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik, seperti team teaching, moving class dan mengadakan program akselerasi bagi peserta didik yang cerdas di atas normal. Menurut Wahyusumidjo (2001:12) memahami arti pendidik tidak cukup berpegang pada konotasi yang terkandung dalam definisi pendidik melainkan harus dipelajari keterkaitannya dengan makna pendidikan, sarana pendidikan dan bagaimana strategi pendidikan itu dilaksanakan. Untuk kepentingan tersebut kepala sekolah harus berusaha menanamkan, memajukan dan meningkatkan sedikitnya empat macam nilai, yakni pembinaan mental, moral, fisik, dan artistik.


Sebagai edukator, Pemimpin Sekolah senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru dan kualitas administrasi yang diselenggarakan TAS (Tenaga Administrasi Sekolah). Pengalaman Pribadi akan sangat mendukung terbentuknya pemahaman pendidik dan TAS dalam pelaksanaan tugasnya. Pengalaman semasa menjadi guru, wakil kepala sekolah atau anggota organisasi kemasyarakatan sangat mempengaruhi kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan pekerjaaannya, demikian pula halnya pelatihan dan penataran yang pernah diikuti. Ada upaya-upaya yang dapat dilakukan pemimpin sekolah dalam meningkatkan kinerjanya sebagai edukator, khususnya dalam peningkatkan kinerja tenaga kependidikan dan prestasi belajar anak didik.


2. Manajer

Manajemen pada hakekatnya merupakan suatu 'proses' merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, memimpin dan mengendalikan usaha anggota organisasi serta mendayagunakan seluruh sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

Sebagai manajer, pemimpin sekolah mau dan mampu mendayagunakan sumber daya sekolah dalam rangka mewujudkan visi, misi, dan mencapai tujuannya. 

Pemimpin sekolah mampu menghadapi berbagai persoalan di sekolah, berpikir secara analitik, konseptual, harus senantiasa berusaha menjadi juru penengah dalam memecahkan berbagai masalah, dan mengambil keputusan yang memuaskan stakeholders sekolah. Memberikan peluang kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya. Semua peranan tersebut dilakukan secara persuasif dan dari hati ke hati. Mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam setiap kegiatan di sekolah (partisipatif). Dalam hal ini pemimpin sekolah berpedoman pada asas tujuan, asas keunggulan, asas mufakat, asas kesatuan, asas persatuan, asas empirisme, asas keakraban, dan asas integritas. Sesuai kriteria penilaian kinerja kepala sekolah, maka kepala sekolah perlu memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya dengan baik, yang diwujudkan dalam kemampuan menyusun program, organisasi personalia, memberdayakan tenaga kependidikan dan mendayagunakan sumber daya sekolah secara optimal.

-Inti dari manajemen adalah menggerakkan orang lain-


3. Administrator

Pelaksanaan fungsi organisasi sekolah sangat berkaitan erat dengan aktivitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan, dan pendokumentasian seluruh kegiatan sekolah. 

Secara spesifik, pemimpin sekolah harus memiliki kemampuan untuk mengelola seluruh kegiatan administrasi yang diselenggarakan sekolah.  

Kegiatan tersebut perlu dilakukan secara efektif dan efisien agar dapat menunjang produktivitas sekolah.

Di samping itu, fungsi pimpinan sekolah selaku administrator juga mencakup kegiatan penataan struktur organisasi, koordinasi kegiatan sekolah dan mengatur kepegawaian di sekolah dan kehumasan.

Intinya pimpinan sekolah memahami seluk beluk perencanaan, pendataan,  pencatatan, pengarsipan, pelaporan dan pengorgsnisasian.


4. Supervisor 

Supervisi merupakan suatu proses yang dirancang secara khusus untuk membantu para guru dan Pelaksana Administrasi Sekolah dalam mempelajari tugas sehari-hari di sekolah, agar dapat menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk memberikan layanan yang lebih baik pada orang tua peserta didik dan sekolah, serta berupaya menjadikan sekolah sebagai komunitas belajar yang lebih efektif. Jika supervisi dilaksanakan oleh pemimpin sekolah, maka ia harus mampu melakukan berbagai pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan. Pengawasan dan pengendalian ini merupakan kontrol agar kegiatan pendidikan di sekolah terarah pada tujuan yang telah ditetapkan. Pengawasan dan pengendalian juga merupakan tindakan preventif untuk mencegah agar tenaga kependidikan tidak melakukan penyimpangan dan lebih cermat melaksanakan pekerjaannya. Pengawasan dan pengendalian yang dilakukan pemimpin sekolah terhadap tenaga kependidikan khususnya guru, disebut supervisi klinis, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan profesional guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pembelajaran efektif. Pemimpin sekolah sebagai supervisor perlu memperhatikan prinsip-prinsip: (1) hubungan konsultatif, kolegial dan bukan hirarkis; (2) dilaksanakan secara demokratis; (3) berpusat pada tenaga kependidikan; (4) dilakukan berdasarkan kebutuhan tenaga kependidikan; dan (5) merupakan bantuan profesional.


5. Leader

Sebagai seorang LEADER, pemimpin sekolah harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan, meningkatkan kemauan dan kemampuan tenaga kependidikan, membuka komunikasi dua arah dan mendelegasikan tugas.   Pemimpin sekolah harus memiliki karakter khusus yang mencakup kepribadian, keahlian dasar, pengalaman dan pengetahuan profesional, serta pengetahuan administrasi dan pengawasan.   Kepribadian seorang Leader akan tercermin dalam sifatnya yang: (1) jujur, (2) percaya diri, (3) tanggung jawab, (4) berani mengambil risiko dan keputusan, (5) berjiwa besar, (6) emosi yang stabil, dan (7) teladan.

Dalam hal ini ada beberapa tipe kepemimpinan, antara lain: demokratis, otokratis atau otoriter, militeristis, Karismatis, dan Paternalistis.

- Inti dari Kepemimpinan adalah Pengambilan Keputusan-


6. Inovator

Dunia selalu berubah secra dinamis. Setiap saat selalu ada perkembangan baru yang harus diantisipasi dan disesuaikan dengan kebutuhan .

Untuk itu perlu daya inovasi bagi setiap pemimpin sekolah. Sifat inovator yang diperlukan antara lain:

a. Mampu mencari, menemukan dan mengadopsi gagasan baru dari pihak lain.

b. Mampu melakukan pembaharuan di bagian kegiatan belajar mengajar dan bimbingan konseling, pengadaan dan pembinaan tenaga guru dan karyawan, kegiatan ekstra kurikuler dan mampu melakukan pembaharuan dalam menggali sumber daya manusia di Dewan Sekolah dan masyarakat.


Seorang pemimpin harus mampu menggerakkan orang lain agar mau dan mampu melaksanakan pekerjaannya, apapun itu motivasinya. Terkadang para pendidik dan tenaga administrasi sekolah ada yang terkesan malas-malasan, enggan melaksanakan tugas, mangkir, selalu beralasan, dan sebagainya, sehingga pelaksanaan tugasnya menjadi terhambat dan hasilnya tidak maksimal. Di sinilah diperlukan fungsi pimpinan sekolah sebagai motivator. Perlu ditumbuhkan motivasi bagi para pelaksana pekerjaan, baik berupa motivasi intrinsik maupun ekstrinsik.

Dalam hal ini diperlukan peran pimpinan sekolah sebagai motivator, antara lain:

a. Mampu mengatur lingkungan kerja.

b. Mampu mengatur pelaksanaan suasana kerja yang memadai.

c. Mampu menerapkan prinsip memberi penghargaan maupun sanksi hukuman yang sesuai dengan aturan yang ada.


Nah Bapak Ibu, demikian uraian singkat tentang fungsi kepemimpinan sekolah sebagai EMASLIM.

Bagaimana perbandinagannya dengan konsep 4M?

Adakah pendapat lain yang dapat kita gunakan sebagai pengetahuan dasar dalam memimpin orang lain di sekolah?

Semoga uraian ini bermanfaat fan lebih menyadarkan kita sendiri akan arti pentingnya kepemimpinan sekolah. 

Materi ini disampaikan oleh Bapak Budi Hartono dari Bekasi dalam pembelajaran melalui whatsapp APEPSI.